About Me


CONTOH LAPORAN MAGANG PERADILAN 5/30/2013 02:05:00 AM

LAPORAN AKHIR MAGANG PERADILAN 
PUSAT STUDI DAN KONSULTASI HUKUM (PSKH)
LOKASI :
Pengadilan Agama Yogyakarta


     Di Susun Oleh :
     DIDIK MASHADI
      (10350014)
  
       PUSAT STUDI DAN KONSULTASI HUKUM
      FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM
            UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA
        YOGYAKARTA
         2012


           HALAMAN PENGESAHAN
             LAPORAN AKHIR MAGANG PERADILAN
             Bismillahirrahmanirrahim

Setelah memberikan pengarahan, koreksi, dan perbaikan seperlunya atas Laporan Akhir Magang Peradilan Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) Fakultas Syari’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2012 dari mahasiswa:
            Nama               : Didik Mashadi
            NIM                : 10350014
            Lokasi             : Pengadilan Agama Yogyakarta
Laporan ini sudah memenuhi syarat dan sesuai dengan pelaksanaan tugas Magang Peradilan mahasiswa yang bersangkutan, sehingga dapat diajukan sebagai tugas akhir Magang.
Demikian pengesahan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Yogyakarta,   27 Juli 2012     


Pengurus PSKH


M. Wildan Humaidi
Direktur PSKH


Panitia Pelaksana


Atia Fani Rifqoh
Ketua Panitia


                  Mengetahui
        Dekan Fakultas Syari'ah dan Hukum


          Noorhaidi, MA., M.Phil., Ph.D
            Nip : 19711207 199503 1 002
                          Ketua PA Yogyakarta


                        Drs. H. Aridi, SH
         NIP : 19570504.198603.1.004



      KATA PENGANTAR

Lantunan pujian dan rasa syukur atas Dzat Maha Agung yang senantiasa memapah kita untuk berjalan di muka bumi ini, hingga selamanya dilancarkan dalam melaksanakan berbagai aktivitas, sehingga penyusunan Laporan Akhir Magang Peradilan di Pengadilan Agama Yogyakarta dapat terselesaikan. Shalawat teriring salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW yang telah membawakan cahaya kebenaran.
            Laporan Akhir Magang Peradilan ini tidak dapat terlaksana tanpa adanya kerjasama dan bantuan yang baik dari berbagai pihak, baik dari pihak Pengadilan Agama, pihak Pusat Studi dan Konsultasi Hukum, pihak Ad Hoc maupun pihak Fakultas Syariah berdasarkan materi,dan pengumpulan data selama mengikuti Magang Peradilan di Pengadilan Agama Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan selama kurang lebih empat minggu mulai pembukaan tanggal 02 Juli 2012 dan pelaksanaan tanggal 03 Juli 2012 sampai dengan tanggal 27 Juli 2012.
            Selanjutnya penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan akhir Magang Peradilan ini. Ucapan terima kasih ini penyusun tujukan kepada :
  1. Allah SWT., tuhan semesta alam yang telah memberikan kesehatan dan akal pikiran kepada manusia;
  2. Baginda Muhammad saw., selaku aktivis intelektual sejati;
  3. Prof. Dr. Musa Asy’ari selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta;
4.      Noorhaidi, MA., M.Phil., Ph.D selaku Dekan Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta;
5.      Drs. H. Aridi, SH selaku Ketua Pengadilan AgamaYogyakarta.
6.      Saudara  M. Wiladan Humaidi selaku  Direktur Pusat Studi dan Konsultasi Hukum Fakultas Syariah dan Hukum.
7.   Segenap Panitia Pelaksana beserta Ad Hoc Magang Peradilan Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
8.   Bapak Drs. H.A. Zuhdi, SH, M.Hum selaku hakim pembimbing dari PA Yogyakarta.
9.   Seluruh Staf pegawai Pengadilan AgamaYogyakarta yang telah berpartisipasi dalam terlaksananya Magang Peradilan.
10. Teman- teman peserta magang peradilan yang terus berjuang demi meraih cita-cita dalam bidang profesionalitas hukum.
     
Dengan segala keterbatasan pengetahuan dan pengalaman, penyusun menyadari bahwa Laporan Akhir Magang peradilan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penyusun mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak untuk penyelesaian penyusunan yang lebih baik.
Akhirnya harapan dari penyusun, semoga laporan ini dapat bermanfaat dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Amin.


Yogyakarta, 27 Juli 2012




   Didik Mashadi
Penyusun





DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
HALAMAN PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI v
BAB I        PENDAHULUAN 1
A.           Latar Belakang 1
B.            Rencana Kegiatan 2
C.            Tujuan dan Manfaat Kegiatan 4
D.           Metode Kegiatan 5
E.            Sistematika Laporan 5
BAB II      GAMBARAN UMUM  PENGADILAN AGAM
                  YOGYAKARTA 7
A.           Sejarah dan Letak Geografis Pengadilan Agama Yogyakarta 7
B.            Lokasi dan Luas Wilayah Pengadilan Agama Yogyakarta 7
C.            Struktur Organisasi Pengadilan Agama Yogyakarta 8
D.           Tugas-ugas Kepegawaian Pengadilan Agama Yogyakarta 11
BAB III     PELAKSANAAN KEGIATAN 18
A.           Bentuk Kegiatan
a.    Hari I dan II 18
b.   Hari III dan IV 20
c.    Hari V dan VI 21
d.   Hari VII dan VIII 21
e.    Hari IX dan X 23
B.            Waktu Pelaksanaan 23
C.            Analisis  23
BAB IV     PENUTUP 28
A.           Kesimpulan  28
B.            Saran / Rekomendasi 28
LAMPIRAN – LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

A.           LATAR BELAKANG KEGIATAN
Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk keterampilan dan kecakapan seseorang untuk memasuki dunia kerja. Pendidikan yang di lakukan di perguruan tinggi masih terbatas pada pemberian teori danpraktek hanya dalam skala kecil dengan intensitas yang tebatas. Agar dapat memahami dan memecahkan permasalahan yang muncul di dunia kerja, maka mahasiswa perlu melakukan kegiatan pelatihan kerja secara langsung di instansi/lembaga yang relevan dengan program pendidikan yang diikuti. Sehingga serelah lepas dari dunia akademik yang bersangkutan mahasiswa bias memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh selama masa pendidikan dan masa pelatihan. Sebab, untuk terjun langsung di masyarakat tidak hanya dibutuhkan pendidikan formal yang tinggi dengan perolehan nilai yang memuaskan, namun diperlukan keterampilan dan pengalaman pendukung untuk lebih mengenali bidang pekerjaan yang sesuai dengan keahlian yang dimiliki.
Kegiatan Magang merupakan kegiatan belajar mengajar yang melibatkan instansi di luar kampus sebagai ajang pelaksanaannya. (Penggabungan antara penerapan ilmu yang sudah di peroleh dan pelaksanaan kegiatan yang berhubungan langsung dengan kondisi riil di lapangan).
Kegiatan Magang Peradilan merupakan salah satu  program BOM-F Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) Fakultas Syariah dan Hukum  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.  Pelaksanaan magang ini didasarkan atas pemikiran mengenai pentingnya penambahan pengalaman mahasiswa dalam mengenal kancah dunia kerja yang sesuai dengna kompetensi kelulusannya. Oleh karena itu, magang peradilan ini merupakan aplikasi yang bersifat terapan dari pemahaman teoritik-konseptual yang diperoleh selama menimba ilmu di bangku kuliah yang dapat dipandang sebagai media implementasi pengayaan diri, sehingga diharapkan mahasiswa memiliki akuntabilitas diri yang tinggi dan nantinya tidak terkejut ketika memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Dan pada akhirnya dapat bersaing dengan berbagai lulusan dari Fakultas Hukum umum baik praktis maupun teoritis sekalipun.
Dengan demikian Magang Peradilan dapat menjadi sarana latihan kerja dan observasi bagi mahasiswa setelah mendapatkan bekal teori dari perkuliahan. Atau bisa disebut level aplikasi dari teori-teori yang diperoleh.

B.            RENCANA KEGIATAN
Pelaksanaan Magang Peradilan di Pengadilan Agama Yogyakarta berlangsung tanggal 03 Juli – 27 Juli 2012, sebagaimana ditetapkan oleh panitia.
 Pelaksanaan Magang peradilan ini dibagi menjadi dua gelombang, yakni :
a.       Tanggal 03 Juli s/d 13 Juli 2012 (kelompok 1)
b.      Tanggal 16 Juli s/d 26 Juli 2012 (kelompok 2)
Setiap kelompok terdiri dari 6 orang

JADWAL KEGIATAN MAGANG PERADILANDI PENNGADILAN AGAMA YOGYAKARTA
NO
HARI/TANGGAL
KELOMPOK
KEGIATAN
1
Senin, 02 juli 2012
I dan II
Pembukaan dan Pengenalan Peserta
2
Selasa ,03 juli 2012
I
Kesekertariatan
3
Rabu, 04 juli 2012
4
Kamis, 05 juli 2012
I
Memahami dan praktik tugas meja I dan meja II
5
Jum’at, 06 juli 2012
6
Senin, 09 juli 2012
I
Memahami praktik dan tugas meja III dan pengarsipan putusan
7
Selasa, 10 juli 2012
8
Rabu, 11 juli 2012
I
Mempelajari proses persidangan
9
Kamis, 12 juli 2012
10
Jum’at, 13 juli 2012
11
Senin, 16 juli 2012
II
Kesekertariatan
12
Selasa, 17 juli 2012
13
Rabu, 18 juli 2012
II
Memahami dan praktik tugas meja I dan meja II
14
Kamis, 19 juli 2012
15
Jum’at, 20 juli 2012
II
Memahami praktik dan tugas meja III dan pengarsipan putusan
16
Senin, 23 juli 2012
17
Selasa, 24 juli 2012
II
Mempelajari proses persidangan
18
Rabu, 25 juli 2012
19
Kamis, 26 juli 2012
20
Jum’at, 27 juli 2012
I dan II
Penutupan
  
C.           TUJUAN DAN MANFAAT MAGANG PERADILAN AGAMA
Kegiatan Magang ini merupakan kegiatan yang diterapkan oleh BOM-F Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terhadap mahasiswa Fakultas Syariah, baik anggota PSKH maupun non-anggota yang sangat membantu mahasiswa dalam mengenal dunia kerja yaitu dunia praktek karena pada akhirnya mahasiswa yang bersangkutan akan terjun langsung ke masyarakat sehingga mahasiswa bisa langsung menerapkan pengetahuan yang diperolehnya dari kegiatan Magang ini. Pada kenyataannya, praktek yang terjadi di pengadilan tidak selamanya berjalan seperti dalam teori, kadang lebih mudah atau sebaliknya, lebih rumit sehingga perlu pengalaman yang cukup dan wawasan yang luas.
Selain itu, pelaksanaan magang peradilan ini bertujuan antara lain :
1.      Menambah wawasan bagi mahasiswa dalam beracara di Pengadilan Agama.
2.      Memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi mahasiswa terhadap fungsi dan kewenangan PA serta kinerjanya.
3.      Agar mahasiswa dapat mengaplikasikan secara langsung apa yang telah diperoleh di bangku kuliah sebagai wujud yang nyata.
            Adapun manfaat yang dapat diambil dari pelaksanaan magang ini antara lain:
1.      Mahasiswa dapat mengetahui tentang kinerja PA mencakup tugas dan wewenangnya.
2.   Mahasiswa dapat mengetahui berbagai macam buku register, formulir, dan berkas-berkas penting yang berkaitan dengan perkara gugatan maupun permohonan.
3.   Mahasiswa dapat mengetahui lebih jelas proses berperkara di PA.
D.      METODE KEGIATAN
Untuk mempermudah dalam proses pelaksanaan kegiatan guna memberikan pengetahuan serta pemahaman kepada mahasiswa tersebut, maka metode kegiatan yang digunakan dalam pelaksanaan magang peradilan  ini adalah sebagai berikut :
1.      Tanya Jawab
Setelah materi selesai disampaikan, dilanjutkan tanya jawab dimana mahasiswa dapat menanyakan langsung hal-hal yang dianggap kurang jelas.
2.      Praktik
Mahasiswa peserta magang  diberi kesempatan mengerjakan beberapa tugas pengadministrasian di PA.
3.      Observasi dan Analisis
Selain penyampaian materi, tanya jawab, dan sharing, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk mengamati secara langsung fenomena yang berkaitan seputar praktek permasalahan yang dihadapi di lapangan, di mana sangat berbeda dengan teori yang kita dapatkan di bangku perkuliahan.
4.      Penyusunan Laporan Akhir Individual Selama Kegiatan Magang Peradilan
Setelah mahasiswa menyelesaikan serangkaian kegiatan magang peradilan selama kurang lebih 2 minggu, mahasiswa diwajibkan menyusun laporan akhir individual meliputi seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilakukan selama pelaksanaan magang peradilan berlangsung.
D.           SISTEMATIKA LAPORAN
Dalam penyusunan suatu laporan dibutuhkan penyusunan yang sistematis sehingga diperoleh kemudahan dalam perincian bab maupun sub-bab laporan. Adapun perincian sistematika laporan akhir pelaksanaan kegiatan Praktek Kuliah Lapangan (PKL) ini akan dijelaskan sebagai berikut :
Bab pertama, berisi pendahuluan yang merupakan kerangka berpikir yang menjadi arah dan acuan untuk menyusun bab-bab berikutnya yang hendak dilaporkan. Bab ini terdiri dari lima sub-bab yaitu : latar belakang kegiatan, rencana kegiatan, tujuan dan manfaat kegiatan, metode kegiatan, dan terakhir sistematika laporan yang merupakan rancangan laporan ini secara keseluruhan.
Bab kedua, berisi tentang gambaran umum lembaga peradilan, meliputi :
1.      Sejarah dan letak geografis PA Yogyakarta
2.      Struktur Organisasi PA Yogyakarta
3.      Tugas-tugas kepegawaian dalam lingkungan PA Yogyakarta
Bab ketiga, berisi tentang kegiatan praktek peradilan selama satu minggu, meliputi:
1.      Kegiatan pertama mengetahui profil dan daftar struktur pegawai Pengadilan Agama
2.      Mendata tugas-tugas kepegawaian di PA Yogyakarta
3.      Melaporkan hasil magang yang dipraktikkan peserta magang di meja I, II dan III
4.      Mengamati proses pesidangan
5.      Mendeskripsikan kasus persidangan yang telah disaksikan, kasus apa saja, siapa yang berperkara, hasil putusan sidangnya seperti apa.
6.      Mendiskusikan hasil pengamatan setelah proses persidangan selesai
Bab keempat, yaitu Penutup, yang berisi kesimpulan, saran dan kritik. Disamping itu, laporan ini disertakan lampiran-lampiran.

BAB II
GAMBARAN UMUM PENGADILAN AGAMA YOGYAKARTA
A.  Sejarah dan Letak Geografis
Pengadilan Agama Yogyakarta merupakan kelanjutan dari Pengadilan Serambi milik Kesultanan Yogyakarta. Pengadilan Serambi adalah pengadilan yang dilakukan di serambi-serambi masjid oleh Penghulu yakni Pejabat Administrasi Kemasjidan. Pengadilan Agama Yogyakarta berdiri pada tahun 1946, pertama kali berkantor di Pengulon sebelah utara Masjid Besar Yogyakarta.
Pengadilan Agama Yogyakarta dibentuk berdasarkan Penetapan Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 1947. Gedung Pengadilan Agama Yogyakarta dahulu terletak di jalan Sokonandi No.8 Yogyakarta, dengan status hak pakai dari Kanwil Departemen Agama Propinsi DIY, yang dibangun pada tahun 1976. Kemudian pada tahun 1996 kantor Pengadilan Agama Yogyakarta melaksanakan tukar pakai gedung dengan Kanwil Departemen Agama (Wisma Sejahtera Kanwil Departemen Agama Propinsi DIY) yang terletak di JL.Wijilan No.14 Yogyakarta, kemudian pindah ke Jl. Ipda Tut Harsono No.53 Yogyakarta sampai saat ini.
B.  Lokasi dan Luas Wilayah Pengadilan Agama Yogyakarta
 Secara Astronomis Kota Yogyakarta Terletak antara:
Ø  110”21” Bujur Timur
Ø  7”48” Lintang Selatan
Secara Geografis Kota Yogyakarta memiliki batas – batas sebagai berikut :Sebelah barat dengan Kabupaten Kulon Progo
Ø  Sebelah utara dengan Kabupaten Sleman
Ø  Sebelah Timur dengan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul
Ø  Sebelah Selatan dengan Kabupaten Bantul
Ø  Kota Yogyakarta meliputi areal seluas 32.500 m2.


C.    Struktur Organisasi Pengadilan Agama Yogyakarta
Ketua                                :           Drs. H. Aridi, SH
Wakil Ketua                      :           Dra. Mustaqaroh, SH, MM
Hakim                               :           Dra. Hj. Maria Ulfah, MH
Drs. Mulawarman, SH, MH
Drs. Syamsuddin,SH
                                                      Drs. Ahmad Adib, SH, MH
Farchy Akrom, SH
                                                      Drs. Wildan Tojibi, MSI
Drs. Wan Ahmad     
                                                      Drs. Syaifurrohman, SH, M.Hum
                                                      Dra. Siti Fauziyah, SH 
                                                      Drs. H. Husaini Idris, SH, MSI
                                                      Drs. H. Ahmad Zuhdi, SH, M.Hum
Nur Lailah Ahmad, SH
            HJ. Indiyah Noerhidayati, SH, MH
Panitera/Sekretais              :           Drs. Mursid Amirudin
Wakil Panitera                    :           Nur Ali Yaman, SHI
Pan. Mud. Hukum              :           Drs. Abdul Adhim AT
Staf Pan-Mud Hukum         :          Sri Sumaisaroh, S.Ag   
 Fajar Fauzani, SHI
 Rashif Imany, SHI
Pan. Mud. Gugatan             :           Drs. Mokh Udiyono
Staf Pan-Mud Gugatan        :          Aspiyah, SH
Ahmad Zaky, SHI
Noor Faiz, SHI
Fina Nuriana, SHI
Pan. Mud. Permohonan      :           Drs. Mokhamdan
Staf Pan-Mud Permohonan :           Nuzula Yustisia, SHI
Panitera Pengganti              :           Hj. Tati Kusmiati, SH    
Endang Winarni, SH 
                                                      Deska Pitrah, SH, MH
Jurusita                                 : -                              
Jurusita Pengganti                  :          Drs. Ali Mahsun
                                                       Sugiyem, SH
                                                                         Rr. Siti Maryatun
                                                       Dra. Lilik Mahsun, SH
                                                       Drs. Zubaidah, S
                                                       Abu Bakar Kia
 Ade Ayu Damayanti Astuti W.
Wakil Sekretaris                  :           Drs. Fahrudin
Bendahara                           :           Ade Ayu Damayanti AW
Kasubag. Kepegawaian        :          Nohan Awalo Kitisworo, SH
Staf  Kepegawaian               :          Erwati
Kasubag. Keuangan             :           Ratna Listyaningsih, S.Ag, SH
Staf Adm. Keuangan            :           Henny Widiastuti, SE    
Kasubag. Umum                  :           Suharjana, SH                                    
Staf sub. Bagian umum         :           Nirwana
                                                       Nanang Andrianto, ST
  Rita Listiyanti, A.Md.
  Novialita Pitaloka, ST
Cakim                                :             Rashif Imany, S.HI
                Ahmad Muhtar, S.HI
                    Ali Akbarul Falah, S.HI
                     M. Natsir Asnawi, S.HI
                 Miftahul Arwani, S.HI
           Akhyaruddin, LC
                  Rusydi Bidawan, S.HI
      Sulyadi, S.HI
      A. Wafi, S.HI
         Noor Faiz, S.HI
              Ahmad Zaky, S.HI
  CPP                                   :             Fina Nuriana, S.HI
               Fajar Fauzani, S.HI
CPNS                                 :            Novialita Pitaloka, ST
              Fina Nuriana, S.HI
              Rashif Imany, S.HI

D.    Tugas-Tugas Kepegawaian
a.    Ketua/ Hakim Madya Utama
1)   Menetapkan / menentukan hari-hari tertentu untuk melakukan persidangan perkara.
2)   Menetapkan panjar perkara, dalam hal penggugat tidak mampu, ketua dapat mengizinkannya untuk berperkara secara prodeo.
3)   Membagi perkara gugatan dan permohonan kepada hakim untuk disidangkan (membuat PMH).
4)   Dapat mendelegasikan wewenangnya kepada wakil ketua untuk membagi perkara dan menunjuk hakim untuk menyidangkannya.
5)   Memerintahkan kepada juru sita untuk melakukan pemanggilan, agar terhadap termohon eksekusi dapat dilakukan teguran (anmaning) untuk memenuhi putusan yang telah berkekuatan hukum tetap, putusan serta merta, putusan provisi dan perlawanan eksekusi lainnya.
6)   Berwenang untuk menangguhkan eksekusi.
7)   Memerintahkan, memimpin serta mengawasi eksekusi sesuai ketentuan yang berlaku.
8)   Ketua berwenang untuk menetapkan besarnya biaya juru sita dan biaya eksekusi.
9)   Ketua berwenang menetapkan pelaksanaan lelang, tempat pelaksanaan lelang, kantor lelang negara sebagai pelaksana lelang
10)         Melaksanakan putusan serta merta.
11)         Menyediakan buku khusus untuk anggota hakim  majelis yang ingin menyatakan berbeda pendapat dengan kedua anggota hakim majelis lainnya dalam hal memutuskan perkara serta merahasiakannya yang nantinya akan dicantumkan dalam putusan.
12)         Mengawasi pelaksanaan dan meneliti court calendar, mengumumkannya pada pertemuan berkala dengan para hakim serta membina hakim agar memutus perkara yang diserahkan kepadanya paling lama 6 (enam ) bulan.
13)         Mengevaluasi laporan mengenai penanganan perkara yang dilakukan Hakim dan panitera pengganti, selanjutnya mengirimkan laporan dan hasil evaluasinya secara periodik kepada Pengadilan Tinggi Agama dan Mahkamah Agung.
14)         Memberikan izin berdasarkan ketentuan UU untuk membawa keluar dari ruang kepaniteraan, daftar, catatan, risalah, berita acara serta berkas acara.
15)         Meneruskan SEMA, PERMA dan surat dari Mahkamah Agung atau Pengadilan Tinggi Agama yang berkaitan dengan hukum dan perkara kepada para Hakim, Panitera, wakil panitera, Panitera muda, Panitera pengganti dan juru sita.     
b.   Wakil Ketua / Hakim Madya Muda
1)   Melaksanakan sidang terhadap perkara-perkara yang diberikan / ditentukan oleh ketua pengadilan
2)   Menetapkan hari sidang
3)   Menetapkan sita jaminan
4)   Bertanggung jawab atas pembuatan dan kebenaran Berita Acara Persidangan (BAP) dan menandatanganinya sebelum sidang berikutnya.
5)   Mengambil/ menjatuhkan putusan/penetapan setelah mengadakan musyawarah majelis hakim.
6)   Menyiapkan dan memaraf konsep/naskah putusan lengkap sebelum diucapkan
7)   Wajib menanda tangani putusan/penetapan yang telah diucapkan dalam persidangan
8)   Bertanggung jawab atas pelaksanaan minutasi perkara yang diputus selambat-lambatnya satu bulan setelah persidangan terakhir
9)   Memonitoring pelaksanaan sita oleh para panitera / juru sita.
c.    Hakim, Hakim Madya Pratama, dan Hakim Pratama Utama
Membantu pimpinan Pengadilan dalam membuat program kerja jangka pendek dan jangka panjang pelaksanaannya dan pengorganisasiannya, melaksanakan pengawasan yang ditugaskan oleh Ketua untuk mengawasi pelaksanaan tugas mengenai penyelenggaraan administrasi perkara perdata, pelaksanaan eksekusi, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan melaporkannya kepada pimpinan Pengadilan.
d.   Panitera/ Sekretaris
Merencanakan dan melaksanakan pemberian pelaksanaan teknis di bidang Administrasi perkara, administrasi peradilan dan administrasi umum di lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijakan teknis Pengadilan Agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
e.    Wakil Panitera
Mewakili panitera dalam hal :
Merencanakan dan melaksanakan pemberian pelaksanaan teknis di bidang Administrasi perkara, administrasi peradilan dan administrasi umum di lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijakan teknis Pengadilan Agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
f.       Panitera Muda Gugatan
Merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan gugatan, melakukan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lainnya yang ada hubungannya dengan perkara perdata serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
g.    Panitera Muda Permohonan
Merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan Permohonan, melakukan administrasi perkara, mempersiapkan persidangan perkara, menyimpan berkas perkara yang masih berjalan dan urusan lainnya yang ada hubungannya dengan perkara perdata serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Pengadilan Agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
h.   Panitera Muda Hukum
Merencanakan dan melaksanakan urusan kepaniteraan Hukum, mengumpulkan, mengelola, mengkaji data, menyajikan statistik perkara, menyimpan arsip berkas perkara yang masih berlaku, melakukan administrasi pembinaan hukum agama, melaksanakan hisab rukyat dan tugas lain serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Pengadilan Agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
i.        Panitera Pengganti
Mencatat jalannya persidangan pengadilan, membuat penetapan hari sidang, membuat penetapan sita jaminan, membuat berita acara persidangan yang harus selesai sebelum sidang berikutnya serta mengetik putusan.
j.       Wakil Sekretaris
Mewakili Sekretaris dalam :
Merencanakan dan melaksanakan pemberian pelaksanaan teknis di bidang administrasi umum di lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijakan teknis Pengadilan Agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
k.   Kepala Urusan Perencanaan dan Keuangan
Merencanakan dan melaksanakan pengurusan Keuangan kecuali mengenai pengelolaan biaya perkara serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
l.        Kepala Urusan Kepegawaian dan Ortala
Merencanakan dan melaksanakan pengurusan kepegawaian lingkungan Pengadilan Agama serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
m.   Kepala Urusan Umum
Merencanakan dan melaksanakan urusan surat-menyurat perlengkapan rumah tangga dan perpustakaan serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
n.   Jurusita Pengganti
Memberi pelayanan permintaan salinan putusan/penetapan dan akta kepada para pihak, membuat akta pernyataan banding, Kasasi maupun PK, menyusun membendel dan menjahit berkas perkara, melaksanakan tugas khusus serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.
o.     Jurusita Pengganti/ Pemegang Buku Register Perkara/ Petugas Meja I
Mengadministrasi permohonan perkara gugatan yang masuk dan mencatat tanggal penunjukan majelis hakim, tanggal putusan, diktum amar putusan, perkara banding dan kasasi, hasil evaluasi, melaksanakan tugas khusus serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.
p.   Jurusita Pengganti/ Staf Urusan Umum
Membantu penghitungan gaji, mengurus serta menata buku-buku perpustakaan, melaksanakan tugas khusus serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.
q.   Jurusita Pengganti/ Bendaharawan
Menyusun dan mengajukan SPP ke KPPN, melaksanakan pembayaran gaji pegawai, penyetoran pajak, melaksanakan tugas khusus serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.
r.    Jurusita Pengganti/ Pembuat Daftar Gaji
Membantu pembuatan daftar gaji serta membantu tugas bendahara, melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasannya.
s.     Jurusita Pengganti/ Pengadministrasi Perkara
Membantu penerimaan setiap perkara, menyerahkan berkas perkara kepada Majelis Hakim dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasannya.
t.       Pengadministrasi Keuangan Perkara
     Mencatat, menerima, meneliti keuangan perkara, menyiapkan dan merekapitulasi data-data keuangan berdasarkan peraturan serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada panitera.
u.   Pengadministrasi Perkara Permohonan
Memandu para pencari keadilan dengan membuat gugatan/permohonan serta mengetik hasil panduan, melaksanakan tugas khusus serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.
v.    Pemegang Buku Register Perkara
Mengadministrasi permohonan perkara gugatan yang masuk, mencatat tanggal penunjukan majelis hakim, tanggal putusan, perkara banding dan kasasi, hasil evaluasi, melaksanakan tugas khusus serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.
w.  Admin SIADPA
Melaksanakan tugas-tugas dalam penerapan SIADPA serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasannya.
x.    Pelaksana Kaur Perencanaan dan Keuangan
Membantu tugas Keuangan serta melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan.
y.    Pelaksana Urusan Umum
Menerima, membuka, mengarahkan, mencatat, memberi nomor, mendistribusikan kepada unit pengolah dan menata berkas berdasarkan klasifikasi dan indeks.

BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

A.    Bentuk Kegiatan
Kegiatan magang peradilan PSKH UIN Sunan Kalijaga setiap kelompok mendapat waktu selama dua minggu untuk belajar dan mempraktikkan peran-peran kepegawaian yang ada di lingkungan Pengadilan Agama Yogyakarta. Peserta magang  peradialan di PA Yogyakarta memulai kegiatan disesuaikan dengan kondisi PA, karena bersamaan dengan peserta magang dari univeritas Malaya dan Universitas Muhammadiyah Malang sehingga materi yang telah dijadwalkan tidak sesuai yg diberikan dari panitia pada masing-masing hari, mulai hari pertama sampai terakhir. Adapun lebih rincinya kegiatan magang yang dilakukan setiap peserta berbeda-beda sesuai pembagian peran yang diberikan kepadanya, adalah sebagai berikut:
1.      Laporan Kegiatan Hari I dan II
Pada hari pertama dan kedua, peserta magang mendapat pengarahan dari Bapak Nur Ali Yaman, SHI., selaku Wakil Panitera tentang kinerja dari bagian kepaniteraan setelah itu peserta dibagi atas beberapa kelompok kecil dan dimasukkan ke dalam unit-unit kerja untuk mengamati dan mempraktikkan kegiatan pada bagian perkara. Pada kesempatan ini, peserta magang mengamati proses perkara di meja I, II dan III. Peserta magang dipandu oleh Ibu Fajar Fauzani, SHI Selaku petugas di meja I, Ibu Aspiyah.,SH  selaku petugas di meja II, disini diterangkan tentang alur perkara yang melalui meja II yang berhubungan dengan buku register atau buku induk perkara.
Di meja II ini peserta magang diberikan kesempatan untuk mengecek  Buku Induk Register Perkara, yang perlu diperhatikan dalam pengecekan tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Mencocokkan tanggal penundaan sidang yang terakhir dengan tanggal putusan, jika tidak sesuai maka pencatatan belum lengkap.
b.      Tanggal pemanggilan harus diisi jika para pihak atau salah satu di antara keduanya tidak hadir. Hal ini dapat diketahui dari amar lengkap.
c.       Tanggal minutasi juga harus dilengkapi. Tanggal minutasi ini paling lambat 30 hari setelah tanggal putusan.
d.      Jika jenis perkaranya cerai talak dikabulkan, maka tanggal penetapan ikrar talak (kolom 22), tanggal pengucapan ikrar talak (kolom 23), penetapan eks pasal 71 ayat 2 UU No. 7 th. 1989 (kolom 24), dan nomor akta cerai (kolom 25) harus dilengkapi.
e.       Jika jenis perkaranya cerai gugat dikabulkan, maka kolom 22, 23, dan 24 tidak perlu diisi.
f.       Jika perkaranya selain cerai talak dan cerai gugat maka kolom 25 tidak perlu diisi.
g.      Cerai talak/ cerai gugat yang ditolak/gugur/batal juga tidak perlu mengisi kolom 25 tersebut.
Selain praktik di meja I, II dan III, peserta magang mendapat kesempatan untuk mengamati dan bertanya seputar kegiatan POSBAKUM (Pos Bantuan Hukum) PA Yogyakarta. POSBAKUM adalah jasa bantuan hukum yang diperuntukkan bagi orang yang tidak mampu atau tidak memiliki kecakapan hukum, seperti tidak bisa membuat surat gugatan. POSBAKUM membantu orang yang tidak mampu untuk membuatkan surat gugatan, permohonan, jawaban, replik, duplik, kesimpulan dsb sebagai wujud perwujudan syarat formil dalam hukum acara peradilan. Selain itu, POSBAKUM juga menyediakan layanan konsultasi hukum sehingga masyarakat dapat mencurahkan keluh kesahnya dan POSBAKUM, yang dalam PA Yogyakarta bekerja sama dengan LBH Rifka Annisa dapat memberikan saran serta solusi yang dapat membantu masyarakat.

2.      Laporan Kegiatan Hari III dan IV
Kegiatan hari keempat bertepatan dengan hari Jumat, sehingga di pagi hari diawali dengan senam sehat seluruh pegawai dan karyawan PA Yogyakarta yang dipimpin oleh instruktur senam dari luar. Peserta magang juga mengikuti kegiatan senam sebagai wujud apresiasi terhadap ajakan pegawai PA. Senam pagi dimulai pukul 07.30 – 09.00 wib.
Pada hari ketiga dan keempat, peserta magang mendapat pengarahan dari Hakim pembimbing Bapak Drs. H.A Zuhdi, S.H., M.Hum., dan diberikan sedikit materi dari Bapak Drs. Fakhruddin tentang bagian kepegawaian untuk mempelajari struktur dan tugas-tugas kepegawaian yang ada di lingkungan PA Yogyakarta. Peserta mendapat penjelasan dari Ibu Nohan Awalo Kitisworo, SH selaku Kasubag Kepegawaian tentang struktur kepegawaian PA Yogyakarta yang terbagi dalam dua bagian yaitu jabatan struktural dan fungsional. Jabatan struktural seperti Kasubbag kepegawaian beserta stafnya, Kasubbag keuangan beserta stafnya dan Kasubbag umum beserta stafnya. Jabatan struktural bertugas dalam seluruh proses administrasi PA Yogyakarta.
Selanjutnya fungsi dari tugas-tugas administrasi tersebut dapat dijabarkan dalam beberapa pekerjaan meliputi gaji pegawai dan tata cara kenaikan pangkat yang diurusi bagian kepegawaian, segala urusan keluar masuknya uang yang diurusi bagian keuangan dan bagian umum yang nertanggungjawab atas terselenggaranya administrasi umum, pengadaan barang dan jasa, kebersihan, keindahan dan keamanan gedung/kantor serta lingkungannya, serta melaksanakan urusan rumah tangga kantor dan perpustakaan serta mengawasi, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas kepada atasan sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan Ketua Pengadilan Agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Semua jabatan struktural ini bertanggung jawab langsung ke sekretaris.
Selain tugas-tugas administrasi/kesekretariatan, dalam lingkungan PA Yogyakarta ada tugas kepaniteraan atau perkara. Dalam kepaniteraan dibagi dalam tiga bagian yaitu pelayanan perkara gugatan, perkara permohonan dan layanan hukum. Pelayanan gugatan diberikan untuk perkara kontensius yang bertanda G, pelayanan permohonan diberikan untuk perkara permohonan voluntair yang bertanda P, sedangkan pelayanan hukum diberikan untuk keperluan keilmuan yang berhubungan dengan Pengadilan Agama terkait, misalnya untuk penelitian skripsi bagi mahasiswa hukum.
3.      Laporan Kegiatan Hari V dan VI
Pada hari kelima dan keenam, peserta magang bekerja sama dengan Bapak Adhim, selaku Pan.Mud Hukum untuk membantu bagian pengarsipan berkas-berkas perkara yang menumpuk di rumah arsip. Peserta magang mencari berkas-berkas dan diurutkan sesuai nomor perkara dan tahun perkara.berkas-berkas yang telah diurutkan dimasukkan ke dalam kardus secara rapi dan dikelompokkan berdasarkan nomor perkara sehingga berkas-berkas dapat tersusun rapi dan teratur dalam kardus yang telah disediakan.
Setelah selesai di bagian arsip, peserta magang kembali lagi mengamati sekaligus pratek di meja III yang dipandu oleh Ibu Iin. Di meja III peserta magang mempelajari tentang pelayanan terhadap pengambilan akta cerai. Meja II bertugas dalam membuat akta cerai sekaligus melayani pengambilan akta cerai. Akta cerai dibuat rrangkap tiga dengan tiga warna berbeda meliputi;
-          Warna merah untuk duda
-          Warna kuning untuk janda
-          Warna putih untuk arsip PA
Meja III juga melayani pendaftaran upaya hukum setalah tingkat pertama yaitu banding dan kasasi, peserta magang mendapat kesempatan untuk mencoba melayani masyarakat yang berniat mengambil akta cerai.
4.      Laporan Kegiatan Hari VII dan VIII
Pada hari ketujuh dan kedelapan, peserta magang mendapat kesempatan untuk mengamati sekaligus mempraktikkan tugas di meja I dalam menerima pendaftaran. Di meja I peserta magang dipandu oleh Ibu Fajar, SHI selaku petugas di bagian tersebut. Alur perkara dimulai dari meja I sebagai pelayanan dalam pendaftaran perkara. Dalam pendaftaran perkara, petuga meja I menjelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi sebagai syarat formil dalam pendaftaran perkara tersebut. Adapun syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:
a.       Untuk cerai gugat/ talak yaitu Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), Foto copy Surat Nikah, Surat nikah asli dan izin dari atasan bagi PNS.
b.      Untuk itsbat nikah yaitu Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat     pernyataan dari KUA, Surat Kematian (jika suami/ istri meninggal).
c.       Untuk Dispensasi Kawin yaitu Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang tua yang bersangkutan, Foto copy akta yang bersangkutan, surat penolakan dari KUA.
d.      Untuk Wali Adhol yaitu Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat penolakan dari KUA.
e.       Untuk Mafqud yaitu Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon I, Surat Keterangan Kepala Desa.
f.       Pengangkatan anak yaitu Foto copy  KTP  kedua orang tua anak, Foto copy  KTP  permohonan I dan II, Foto copy  surat nikah Pemohon I dan II, Foto copy  akta kelahiran anak, SK pekerjaan dan penghasilan pemohon diketahui oleh Kepala Desa (oleh atasan bagi PNS), surat pernyataan penyerahan dari orang tua kepada pemohon.
g.      Sedangkan untuk Poligami yaitu Surat pernyataan rela di madu oleh istri I, surat pernyataan berlaku adil dari suami, foto copy surat nikah, Foto copy  KTP  Istri, suami dan calon istri, daftar harta gono-gini dengan istri I diketahui kepala desa, surat keterangan penghasilan suami diketahui kepala desa, surat keterangan istri (perawan : surat keterangan dari kepala desa, janda: akta kematian suami/ akta cerai).
Setelah syarat-syarat dipenuhi petugas meja I juga menetapkan biaya panjar perkara serta membuatkan SKUM (Surat Kuasa Untuk Membayar) bagi pendaftar. Selain itu meja I juga sekaligus memberi nomor perkara pada SKUM yang diberikan kepada pendaftar. Berkas yang didaftarkan harus berisi 8 kopi berkas agar bisa didaftarkan.
5.      Laporan Kegiatan Hari IX dan X
Pada hari-hari terakhir pelaksanaan magang, peserta magang mengamati proses dan jalannya persidangan. Peserta berada dalam ruang sidang dan mengamati setiap sidang yang terjadwal pada hari itu. Peserta magang tidak boleh berkomentar selama proses persidangan, cukup mengamati dan mencatat hal-hal yang dianggap penting dan kemudian bisa ditanyakan kepada majlis hakim apabila persidangan telah usai.
Pengamatan terhadap persidangan adalah puncak dari kegiatan magang yang kemudian diadakan simulasi sidang untuk mempraktikkan hasil yang diperoleh selama magang peradilan.

B.     Waktu Pelaksanaan
Kegiatan magang peradilan dibagi dalam dua kelompok dan dalam pelaksanaannya dilaksanakan secara bergantian, minggu pertama dan kedua untuk kelompok I dan minggu ketiga dan keempat untuk kelompok II. Kegiatan magang peradilan dimulai dengan acara pembukaan yang dilaksanakan hari Selasa, 02 Juli 2012 di PA Yogyakarta. Dalam acara pembukaan itu dihadiri pejabat lingkungan PA Yogyakarta yang pada kesempatan itu dihadiri oleh Drs. H.A. Zuhdi, S.H. M.Hum., selaku Humas PA Yogyakrta, Nur Ali Yaman, S.H., selaku Wakil Panitera, Bapak Drs. Fakhruddin selaku wakil sekretaris, bapak Amar Ma’ruf, SHI selaku pembina PSKH serta 12 peserta magang peradilan Yogyakarta.
Setelah acara pembukaan, magang peradilan kelompok I dilaksanakan mulai tanggal 03 Juli 2012 s.d. 13 Juli 2012. Setelah kelompok I selesai melakukan magang, kelompok II bergantian melakukan magang mula tanggal 16 Juli 2012 s.d. 26 Juli 2012 yang diakhiri dengan simulasi sidang.
Kegiatan magang peradilan selesai ditandai dengan acara penutupan magang peradilan pada tanggal 27 Juli 2012 di ruang Sidang II PA Yogyakarta. Pada kesempatan itu, acara penutupan dihadiri langsung oleh Ketua PA Yogyakarta, Bpk. Drs. H. Aridi, SH. sekaligus menutup acara magang peradilan PSKH UIN Sunan Kalijaga 2012. Acara penutupan ini dihadiri oleh                  Drs. H. Ahmad Zuhdi, SH, M.Hum selaku Hakim pembimbing, Bapk. Amar Ma‘ruf, SHI selaku pembina PSKH, serta 11 peserta magang.

C.    Analisis
Kegiatan magang peradilan PSKH UIN Sunan Kalijaga 2012 dimulai dengan mempelajari bagian-bagian kesekretariatan serta tugas-tugasnya sehingga peserta mengetahui kegiatan administrasi peradilan agama, selain proses perkara. Setelah dianggap cukup dan menguasai, peserta magang mendiskusikan dari hasil pengamatan yang diperoleh dan kemdian dijadikan modal awal untuk mempelajari ke bagian perkara atau kepaniteraan.
Peserta mulai mengenal tugas-tugas kepaniteraan, mulai dari meja I, II dan III dan mulai mempraktikkan peran-peran yang ada di dalamnya sebagai wujud aplikasi dari teori yang diperoleh. Setelah para peserta bergiliran mengerjakan tugas di meja I, II, dan III maka para peserta magang lebih jelas mengetahui tentang prosedur beracara. Adapun tahap-tahap dalam prosedur beracara yaitu : 
1)      Pihak berperkara datang ke Pengadilan Agama dengan membawa surat gugatan atau permohonan 
2)   Pihak berperkara menghadap petugas meja pertama dan menyerahkan surat  gugatan atau permohonan, minimal 2 (dua) rangkap. Untuk surat gugatan ditambah sejumlah  tergugat 
3)    Petugas meja pertama (dapat) memberikan penjelasan yang dianggap perlu berkenaan dengan perkara yang diajukan dan menaksir panjar biaya perkara yang kemudian ditulis dalam Surat Kuasa untuk membayar (SKUM). Besarnya panjar biaya perkara diperkirakan harus telah mencukupi untuk menyelesaikan perkara tersebut didasarkan pada pasal 182 ayat (1) HIR atau pasal 90 Undangn undang Republik Indonesia Nomor 3 tahun 2006 Tentang perubahan atas undang –undang nomor : 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.
catatan :
1.. Bagi yang tidak mampu dapat diijinkan berperkara secara prodeo (Cuma Cuma).  Ketiakmampuan tersebut dibuktikan dengan melampirkan surat keterangan dari Lurah atau Kepala Desa setempat yang dilegalisir oleh camat.
2. Bagi  yang tidak mampu maka panjar biaya perkara ditaksir Rp.0.00 dan ditulis dalam   surat kuasa untuk membayar (SKUM). Didasarkan pasal 237-245 HIR.
3. Dalam tingkat pertama, para pihak yang tidak mampu atau berperkara secara prodeo. Perkara secara prodeo ini di tulis dalam surat gugatan atau permohonan disebutkan alasan penggugat atau pemohon untuk berperkara secara prodeo dan dalam petitumnya.
4)      Petugas Meja Pertama menyerahkan kembali surat gugatan atau permohonan kepada pihak berperkara    disertai dengan Surat Kuasa Untuk membayar (SKUM) dalam rangkap 3 (tiga)
5)      Pihak berperkara menyerahkan kepada pemegang kas (KASIR) surat gugatan atau permohonan tersebut dan surat kuasa untuk membayar (SKUM). 
6)      Pemegang kas menandatangani Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) membubuhkan nomor urut perkara dan tanggal penerimaan perkara dalam Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) dan dalam surat gugatan atau permohonan.
7)      Pemegang kas meyerahkan asli Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) kepada pihak berperkara sebagai dasar penyetoran panjar biaya perkara ke bank.
8)      Pihak berperkara datang ke loket layanan bank dan mengisi slip penyetoran panjar biaya perkara. Pengisian data dalam slip bank tersebut sesuai dengan Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM). Seperti nomor urut dan besarnya biaya penyetoran. Kemudian pihak berperkara menyerahkan slip bank yang telah diisi dan menyetorkan uang sebesar yang tertera dalam slip bank tersebut. 
9)      Setelah pihak berperkara menerima slip bank yang telah divalidasi dari petugas layanan bank. Pihak berperkara menunjukkan slip bank tersebut dan menyerahkan Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) kepada pemegang kas.
10)  Pemegang kas setelah meneliti slip bank kemudian menyerahkan kembali kepada pihak berperkara. Pemegang kas kemudian memberi tanda lunas dalam Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) dan menyerahkan kembali  kepada fihak berperkara asli dan tindasan pertama Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM) serta surat gugatan atau permohonan yang bersangkutan. 
11)  Pihak Berperkara menyerahkan kepada meja kedua surat gugatan atau permohonan sebanyak jumlah tergugat ditambah 2 (dua) rangkap serta tindasan pertama Surat Kuasa Untuk membayar (SKUM)
12)  Petugas Meja Kedua mendaftar/mencatat surat gugatan atau permohonan dalam register bersangkutan serta memberi nomor register pada surat gugatan atau permohonan tersebut yang diambil dari nomor pendaftaran yang diberikan oleh pemegang kas.
13)  Petugas Meja Kedua menyerahkan Kembali 1(Datu) rangkap surat gugatan atau permohonan yang telah diberi nomor register kepada pihak berperkara.
14)  Pendaftaran Selesai
Pihak/pihak – pihak berperkara akan dipanggil oleh jurusita/jurusita pengganti untuk menghadap ke persidangan setelah ditetapkan Susunan Majelis Hakim (PMH) dan hari sidang pemeriksaan perkaranya (PHS).
Setelah memahami proses jalannya perkara, peserta magang menyaksikan proses persidangan sebagai puncak penyelesaian perkara. Peserta magang dihadapkan pada kasus realita yang menyangkut bab keperdataan masyarakat Yogyakarta yang kebanyakan adalah kasus cerai gugat. Setiap proses dalam jalannya perkara harus menganut prinsip murah, cepat dan sederhana sehingga ada beberapa hukum acara yang diluweskan sesuai kebutuhan masyarakat agar tidak berlama-lama dalam proses persidangan. Hal tersebut dapat dilihat dari proses persidangan yang cukup singkat sehingga masyarakat akan tidak merasa jenuh di ruang sidang.
Setelah magang selesai, peserta magang mencoba mempraktikkan persidangan yang mengambil contoh kasus gugat cerai sebagai perwujudan perkara yang paling banyak ditangani oleh PA Yogyakarta. Dalam simulasi sidang tersebut, setiap peserta magang mendapat peran baik terkait fungsional PA maupun perkara sehingga peserta sanggup memahami dan mengerti kegiatan magang yang telah dilaksanakan selama dua minggu.


BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kegiatan magang peradilan adalah agenda rutin PSKH UIN Sunan Kalijaga yang memiliki fungsi pengaplikasian teori kuliah dibenturkan dengan realita lapangan sesuai dengan kompetensi Fakultas Syari’ah dan Hukum dalam lapangan kerja idealnya.
Proses jalannya perkara di Pengadilan Agama menganut prinsip murah, cepat dan sederhana sehingga ada beberapa realita di lapangan yang kurang sesuai dengan teaorinya, atau das sollen berbeda dengan das sein seperti dalam peringkasan dalam hukum acara persidangan. Hal ini semata-mata untuk memberi kepuasan bagi masyarakat tanpa mengurangi rasa keadilan.
Peran aktif peserta magang sangat diperlukan dan menentukan kesuksesan peserta selama magang berlangsung. Kesuksesan peserta dalam magang akan membantu kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja berdasarkan kompetensi yang dimiliki karena telah memahami dunia kerjanya.

B.     Saran dan Rekomendasi
Kegiatan Magang Peradilan yang dilaksanakan oleh BOM-F Pusat Studi dan Konsultasi Hukum (PSKH) Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga selama satu bulan ini  cukup membantu mahasiswa dalam mengenal kinerja Pengadilan Agama. Namun ada beberapa hal sebagai bahan evaluasi dan saran untuk pelaksanaan magang selanjutnya, antara lain :
1.      Bagi Panitia
a.       Hendaknya para peserta magang didampingi pembina dari pihak kampus agar mempunyai teman diskusi secara ilmiah yang berkaitan dengan hukum acara peradilan.
b.      Hendaknya para peserta magang diberi suatu penataran/ diklat seputar pengadilan dan kinerjanya agar peserta benar-benar siap ketika terjun ke lapangan, selain itu panitia mengawasi dan memantau pelaksanaan magang para peserta setiap minggunya demi tercapainya tujuan program magang secara maksimal.
c.       Hendaknya koordinasi antara panitia dan ketua kelompok, sebagai penanggung jawab pelaksanaan magang  lebih ditingkatkan agar magang dapat terlaksana dengan lancar.
2.      Bagi peserta :
a.       Hendaknya peserta memanfaatkan kesempatan magang untuk menimba ilmu dan pengalaman praktek peradilan yang tidak didapatkan di bangku kuliah dengan maksimal.
b.      Hendaknya peserta lebih bisa aktif dalam melaksanakan magang, dengan berinisiatif sendiri mencari hal-hal yang belum diketahui.
3.      Bagi PA Yogyakarta
a.       Program magang adalah bentuk kerja sama yang sangat menguntungkan bagi mahasiswa hukum pada khususnya sehingga keterbukaan tangan dari pihak PA Yogyakarta sangat kami harapkan untuk kegiatan magang yang selanjutnya.
b.      Peserta sangat senang akan sambutan dan apresiasi dari pihak PA Yogyakarta sehingga kerja sama selanjutnya serta respon positif dari seluruh staf dan pejabat PA sangat kami harapkan guna mewujudkan pilar-pilar penegak hukum di masa yang akan datang.


LAMPIRAN - LAMPIRAN

VISI DAN MISI PA YOGYAKARTA
VISI

TERWUJUDNYA PERADILAN YANG MANDIRI DAN BERWIBAWA,
MENUJU NEGARA HUKUM YANG ADIL

MISI
Memberikan pelayanan hukum sebaik – baiknya dengan biaya murah, cepat dan akurat terhadap masyarakat pencari keadilan dalam wilayah hukum kota Yogyakarta , dengan cara :
1. MENCIPTAKAN PELAYANAN KEADILAN YANG CEPAT,  JUJUR,  BERSIH DAN BERWIBAWA.
2. MEWUJUDKAN PERADILAN YANG MANDIRI DAN INDEPENDEN DARI CAMPUR TANGAN PIHAK LUAR.
3.   MENCIPTAKAN AKSES LAYANAN HUKUM DAN PERADILAN.
4.   MENCIPTAKAN KUALITAS INPUT EKSTERNAL PADA PROSES PERADILAN.
5.   MEWUJUDKAN INSTITUSI PERADILAN YANG EFISIEN, EFEKTIF, DAN BERKUALITAS.
6. MENCIPTAKAN APARAT PERADILAN YANG BERMARTABAT, BERINTEGRITAS, DAPATDIPERCAYA DAN TRANSPARAN.




Hal: Cerai Gugat                                       
Yogyakarta, ...............
Kepada
 Yth. Ketua Pengadilan Agama Yogyakarta
 Di Yogyakarta

Assalamu`alaikum wr. wb.
Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama               : .......... bintiRM ..............
Umur               : ...........................tahun
Agama              : ................................
Pendidikan         : ................................
Pekerjaan          : Ibu Rumah Tangga
Tempat kediaman di : ........,............, ........
                     ............... Kota Yogyakarta
Selanjutnya disebut sebagai Penggugat ;
Dengan ini, Penggugat mengajukan gugatan perceraian berlawanan dengan ;
Nama                : ....... bin .....................
Umur                : ...........................tahun
Agama              : ................................
Pendidikan         : Strata 1
Pekerjaan          : Karyawan Swasta
Tempat kediaman di : ...........,........., ..........
  Selanjutnya disebut Tergugat ;
Adapun alasan/dalil-dalil gugatan Penggugat sebagai berikut :
1.    Bahwa pada tanggal ....  Maret .... Tahun .... , bertepatan Penggugat dengan Tergugat melangsungkan pernikahan yang dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Gondomanan Kota Yogyakarta ( Kutipan Akta Nikah Nomor :    /    /     /      tanggal         );

2.    Bahwa setelah pernikahan tersebut Penggugat dengan Tergugat bertempat tinggal di rumah kediaman bersama di rumah orangtua Penggugat di Kelurahan Prawirodirjan Kecamatan Gondomanan Kota Yogyakarta sampai sekarang, namun sejak bulan...../ tahun..... Tergugat bekerja di Padang dan selama bekerja di Padang Tergugat mengunjungi Penggugat sebanyak tiga kali sampai sekarang;

3.    Bahwa selama pernikahan tersebut Penggugat dengan Tergugat telah hidup rukun sebagaimana layaknya suami istri dan sudah dikaruniai 1 orang anak yang bernama AB. Djogja jenis kelamin laki-laki umur 6 tahun ;

4.    Bahwa sejak bulan .... tahun .... ketentraman rumah tangga Penggugat dengan Tergugat mulai goyah, setelah antara Penggugat dan Tergugat terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran yang disebabkan oleh:
a.Tergugat tidak dapat memberi nafkah secara layak kepada Penggugat karena diawal pernikahan sampai dengan bulan .... tahun .... Tergugat belum dan atau tidak bekerja ;
b. Tergugat sering berlaku kasar terhadap Penggugat seperti sering berkata-kata yang kasar dan tidak sepantasnya kepada Penggugat, Tergugat sering menjelek-jelekkan keluarga Penggugat;
c. Perangai Tergugat yang mudah sekali marah dan terpancing emosinya karena sebab dan alasan yang tidak jelas ;
d. Semua yang Penggugat lakukan untuk rumah tangga selalu ada kurangnya dan selalu salah di mata Tergugat ;
e. Tergugat selalu beranggapan bahwa Penggugat lebih mementingkan orang tua dan keluarga Penggugat dibandingkan dengan Tergugat ;
5.    Bahwa puncak keretakan hubungan antara Penggugat dan Tergugat tersebut terjadi pada bulan .........................., yang akibatnya Tergugat pergi meninggalkan Penggugat selama 3 hari dan lalu Tergugat kembali lagi ke tempat kediaman bersama Penggugat dan Tergugat, dan pada waktu itu Penggugat berniat mengajukan gugatan cerai terhadap Tergugat tetapi batal dilakukan karena Penggugat menuruti saran atau anjuran orangtua Penggugat, dan sejak saat itu sampai dengan sekarang setiap hari selalu terjadi perselisihan dan pertengkaran antara Penggugat dengan Tergugat, dan akhirnya pada bulan .... tahun .... Tergugat mendapatkan pekerjaan yang mengharuskan Tergugat untuk berpindah tempat kediaman dengan alamat sebagaimana tersebut diatas selama 1 tahun 3 bulan hingga sekarang, dan antara Penggugat dengan Tergugat telah terjadi kesepakatan bersama dalam hal itu dengan harapan antara Penggugat dengan Tergugat bisa saling berinstropeksi diri masing-masing, tetapi pada kenyataannya sampai dengan bulan September tahun .... pada waktu Penggugat dan Tergugat berkumpul kembali selama 17 hari dikarenakan Tergugat cuti dari pekerjaannya, selama itu pula dalam setiap harinya antara Penggugat dengan Tergugat terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran, adapun Tergugat masih memberikan nafkah kepada Penggugat setiap bulannya hingga sekarang ;

6.    Bahwa atas keadaan rumah tangga tersebut Penggugat menderita lahir dan batin serta merasa tidak sanggup lagi meneruskan kehidupan rumah tangga bersama Tergugat, oleh karenanya Penggugat mengajukan gugatan ini ;

Berdasarkan alasan/dalil-dalil di atas, Penggugat mohon agar Ketua Pengadilan Agama Yogyakarta segera memeriksa dan mengadili perkara ini, selanjutnya menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi ;
PRIMAIR :
1. Mengabulkan gugatan Penggugat;
2. Menceraikan perkawinan antara Penggugat dengan Tergugat;
3. Membebankan biaya perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku;

SUBSIDAIR :
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya.
Demikian atas terkabulnya permohonan ini, Penggugat menyampaikan terima kasih.

     Wassalamu`alaikum wr. wb.


                             Hormat Penggugat,

                               ( .................... )






Hal : Cerai Talak       Yogyakarta,..................
  
   Kepada
   Yth.Ketua Pengadilan Agama Yogyakarta
                 Di Yogyakarta

Assalamu’alaikum wr.wb
Kami yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama               : ................................
Umur               : ................................
Agama              : ................................
Pendidikan         : SMK
Pekerjaan          : Wiraswasta
Tempat Kediaman    : ..................KotaYogyakarta
Selanjutnya disebut sebagai        Pemohon.

     Dengan ini, Pemohon mengajukan permohonan cerai talak berlawanan dengan :

Nama               : ................................
Umur               : ................................
Agama              : Islam
Pendidikan         : .................................
Pekerjaan          : ................................
Tempat Tinggal di  : .................Kota Yogyakarta
Selanjutnya disebut sebagai   Termohon.

Adapun alasan/ dalil-dalil permohonan Pemohon sebagai berikut :
1.    Bahwa pada tanggal ....  bulan.... tahun ...., Pemohon dengan Termohon   melangsungkan pernikahan yang dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan Mantrijeron (Kutipan Akta Nikah Nomor:   /  /   /     Tanggal        )

2.    Bahwa setelah pernikahan tersebut Pemohon dengan Termohon bertempat tinggal dirumah kediaman orang tua Pemohon di ................ ................., Kota Yogyakarta selama 9 (Sembilan) tahun.

3.    Bahwa selama pernikahan tersebut Pemohon dengan Termohon telah hidup rukun sebagaimana   layaknya suami Istri dan sudah dikaruniai 2 keturunan :
a) .........,Perempuan, 8 tahun
b) ......,Laki-Laki,1 tahun 7 bulan

4.    Bahwa sejak bulan .... tahun .... ketentraman   rumah tangga Pemohon dengan Termohon mulai goyah, setelah antara Pemohon dengan Termohon terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dalan rumah tangga yang disebabkan oleh;

a.    Termohon telah menjalin hubungan asmara dengan laki-laki  lain yang bernama Dodo, yakni antara Termohon dan laki-laki tersebut sering bertemu dan berjanjian di toko maupun di tempat lain serta mereka sering bertelepon maupun berkirim sms mesra.
b.    Termohon tidak menjalankan kepercayaan yang telah diberikan oleh Pemohon untuk mengelola usaha Toko Sembako milik bersama, yakni Termohon telah mengambil modal usaha bersama untuk keperluan konsumtif pribadi Termohon sendiri yang cenderung berlebihan. Atas sikap Termohon tersebut telah mengakibatkan kebangkrutan besar bagi usaha bersama.
c.    Termohon tidak mau berusaha sungguh-sungguh dalam menjalankan peran dan fungsi sebagai istri dan ibu rumah tangga yang baik,yakni Termohon acuh  tak acuh dengan urusan rumah tangga bersama dan tidak mau menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri walaupun Pemohon telah berupaya menasehatinya dengan baik.
d.    Termohon tidak memiliki itikad baik untuk memperbaiki rumah tangga bersama. Setiap kali terjadi perselisihan antara Pemohon dan Termohon, Termohon selalu mengedepankan emosi, marah-marah dan kemudian pergi meninggalkan rumah kediaman bersama tanpa alasan dan tujuan yang jelas.

5.    Bahwa puncak keretakan hubungan antara Pemohon dengan Termohon      terjadi pada bulan .... tahun .... yang akibatnya Termohon pergi meninggalkan Pemohon dan bertempat tinggal dirumah kontrakan dengan alamat Jl.Mayjen Sutoyo No.16B RT 08 RW 02 Kelurahan Mantrijeron Kecamatan Mantrijeron selama 1 (satu) bulan hingga sekarang. Selama itu sudah tidak ada lagi hubungan baik lahir maupun batin dan Pemohon sudah tidak memberikan nafkah wajib kepada Termohon.

6.    Bahwa Pemohon pernah mengajukan permohonan cerai talak terhadap Termohon di Pengadilan Agama Yogyakarta dengan nomer : ..../Pdt.G/2012/PA.Yk. Namun karena Pemohon beritikad baik untuk memberi kesempatan kepada Termohon agar memperbaiki berbagai kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya maka Pemohon mencabut permohonan yang dimaksud. Namun demikian dalam perjalanan berikutnya, Termohon justru menunjukan sikap yang tidak baik sehingga perbaikan yang diharapkan pun menjadi tidak tercapai, bahkan semakin jauh dari yang diharapkan. Oleh karena itu, Pemohon sudah tidak sanggup lagi untuk bertahan dengan kondisi Termohon dimaksud dan bermaksud untuk mengajukan permohonan cerai talak ini kembali.

7.    Bahwa atas keadaan rumah tangga tersebut Pemohon menderita lahir dan batin serta merasa tidak sanggup lagi meneruskan kehidupan rumah tangga bersama Termohon, oleh karena itu Pemohon mengajukan permohonan ini.

Berdasarkan alasan/ dalil-dalil diatas, Pemohon mohon agar Ketua Pengadilan Agama Yogyakarta segera memeriksa dan mengadili perkara ini, selanjutnya menjatuhkan putusan yang amarnya berbunyi :

PRIMAIR:
  1. Mengabulkan permohonan Pemohon
  2. Memberikan izin kepada Pemohon untuk menjatuhkan talak kepada Termohon
  3. Membebankan biaya perkara sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku


SUBSIDAIR:
Apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya.

       Demikian atas terkabulnya permohonan ini Pemohon menyampaikan terima kasih.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

                                          Hormat Pemohon



(............................)

                                                           



P U T U S A N
Nomor : ..../Pdt.G/2012/PA.Yk
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Agama Yogyakarta yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat pertama, dalam persidangan Majelis telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara cerai gugat yang diajukan oleh :
....................,umur ....... tahun, agama Islam, pekerjaan ........., pendidikan ......, tempat tinggal di .................; -----------
Selanjutnya disebut sebagai “PENGGUGAT”; --------------------
L A W A N
....................,umur ........ tahun, agama Islam, pekerjaan ..........., pendidikan SMK, tempat tinggal di .......................; --------
Selanjutnya disebut sebagai “TERGUGAT”; ---------------------


Pengadilan Agama tersebut; ----------------------------
Telah membaca berkas perkara yang bersangkutan; -------
Telah mendengar keterangan pihak-pihak dan saksi-saksi di muka persidangan; ---------------------------
TENTANG DUDUK PERKARANYA
Menimbang, bahwa Penggugat telah mengajukan surat gugatan tertanggal .......... dan telah terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Yogyakarta Nomor : ..../Pdt.G/2012/PA.Yk tanggal ......... mengajukan hal-hal sebagai berikut : ---------------------------
==== turun posita dan petitum ====
Menimbang, bahwa pada hari sidang yang telah ditentukan, kedua belah pihak datang menghadap; -------
Menimbang, bahwa telah diupayakan untuk mendamaikan pihak-pihak namun tidak berhasil, maka kemudian dibacakanlah gugatan Penggugat yang isinya tetap dipertahankan oleh Penggugat; -----------------------
Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat, Tergugat tidak memberikan jawaban karena hanya hadir pada sidang pertama; ----------------------------------------------
Menimbang, bahwa untuk menguatkan dalil-dalil gugatannya, Penggugat mengajukan alat-alat bukti surat sebagai berikut : -------------------------------------
1.   Foto copy Kartu Tanda Penduduk Nomor : ......... tanggal  ......... yang dikeluarkan oleh Camat Kecamatan .......... (Bukti P.1); -----------------
2.   Foto copy Kutipan Akta Nikah Nomor : .........  tanggal ........ yang dikeluarkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan .......... (Bukti P.2); ----
Menimbang, bahwa surat-surat bukti berupa foto copy tersebut telah dicocokkan dengan aslinya, telah dinazegel oleh Pejabat Pos dan bermaterai cukup; ------
Menimbang, bahwa saksi-saksi yang diajukan oleh Penggugat telah menerangkan di bawah sumpah sebagai berikut : ---------------------------------------------
1.    .......... umur ... tahun, agama Islam, pekerjaan ........, tempat tinggal ............: -----------
    ..................; -----------------------------
2.    ............., umur ........ tahun, agama Islam, pekerjaan ..........., tinggal di ..........: -----
    Menimbang, bahwa atas pertanyaan Hakim, Penggugat menyatakan bahwa keterangan saksi-saksi tersebut benar, dan kemudian memberi kesimpulan yaitu tetap sebagaimana pendirian semula untuk cerai dengan Tergugat; ---------
Menimbang, bahwa selanjutnya Penggugat tidak mengajukan apapun lagi kecuali mohon putusan; ---------
Menimbang, bahwa untuk meringkas uraian maka hal-hal yang tercantum dalam Berita acara persidangan dianggap telah dimasukkan di dalam putusan ini; -------

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM
Menimbang, bahwa maksud gugatan Penggugat adalah sebagaimana diuraikan di atas; ------------------------
Menimbang, bahwa Majelis telah berupaya mendamaikan pihak-pihak namun tidak berhasil, demikian pula usaha mendamaikan dengan Hakim Mediator ............. juga sudah dilakukan namun juga tidak berhasil; ------------
Menimbang, bahwa menurut kesimpulan Majelis pokok gugatan Penggugat adalah bahwa Penggugat mohon diceraikan dengan Tergugat dengan alasan bahwa Penggugat dan Tergugat sudah tidak harmonis lagi, sering terjadi perselisihan dan pertengkaran disebabkan Tergugat suka mencuri barang/uang Penggugat dan ibu Penggugat yang berakbat tidak ada harapan untuk hidup rukun lagi dalam rumah tangga sebagaimana ketentuan pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam; ---
Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan pasal 1 jo. Pasal 39 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 pada asasnya melakukan perceraian merupakan tindakan yang dilarang baik menurut hukum Agama maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku karena bertentangan dengan tujuan perkawinan untuk membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal, kecuali jika terdapat cukup alasan bahwa antara suami isteri itu tidak ada lagi harapan untuk hidup rukun kembali dalam rumah tangga yang dapat dibuktikan menurut hukum dan dilakukan di depan sidang Pengadilan Agama yang berwenang; --------------------
Menimbang, bahwa untuk melakukan perceraian karena alasan tersebut di atas berdasarkan ketentuan pasal 22 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 berikut penjelasannya jo pasal 76 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989 dan pasal 134 Kompilasi Hukum Islam, harus dibuktikan unsur-unsurnya yaitu : --------
-             Ada tidaknya perselisihan dan pertengkaran serta bagaimana bentuknya; ------------------------------
-             Apa penyebab perselisihan dan pertengkaran tersebut; -----------------------------------------
-             Apakah antara suami isteri itu benar-benar sudah tidak ada harapan untuk rukun lagi dalam rumah tangga; -------------------------------------------
Menimbang, bahwa berdasarkan pemeriksaan di persidangan baik dari keterangan Penggugat maupun Tergugat serta saksi-saksi dan alat-alat bukti lainnya yang terungkap dalam persidangan, Majelis dapat menemukan fakta-fakta sebagai berikut: ----------------
-             Bahwa Penggugat dan Tergugat adalah suami isteri yang sah, yang akad nikahnya telah dilaksanakan pada tanggal ........... dan tercatat di Kantor Urusan Agama Kecamatan ............. Register Nikah Nomor : .............; --------------------------
-             Bahwa setelah menikah Penggugat dan Tergugat hidup bersama di rumah orang tua .......; -------------
-             Bahwa sampai sekarang Penggugat dan Tergugat belum pernah bercerai; ---------------------------
-       Bahwa pada mulanya kehidupan rumah tangga Penggugat dan Tergugat harmonis namun kemudian terjadi perselisihan, disebabkan Tergugat mencuri uang Penggugat/ibu Penggugat dan sejak empat bulan yang lalu sampai sekarang pisah rumah; -----------------
-        Bahwa Penggugat sudah tidak sanggup lagi mempertahankan perkawinannya dengan Tergugat, oleh karena itu Penggugat mohon diceraikan dengan Tergugat; -----------------------------------------
Menimbang, bahwa dari fakta-fakta tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa antara Penggugat dan Tergugat telah terjadi perselisihan dan pertengkaran sewaktu Tergugat masih tinggal di rumah orang tua Penggugat, dan hal tersebut berlanjut dalam bentuk berpisah rumah sejak empat bulan yang lalu sampai sekarang; ---------------------------------------------
Menimbang, bahwa mengenai penyebab terjadinya perselisihan tersebut ialah karena Tergugat suka mencuri uang Penggugat maupun ibu Penggugat; ----------
Menimbang, bahwa terhadap hal-hal yang menjadi penyebab timbulnya perselisihan dan pertengkaran antara Penggugat dan Tergugat tersebut setelah dipertimbangkan, merupakan faktor yang prinsipiil dan berpengaruh sekali terhadap keutuhan rumah tangga Penggugat dan Tergugat sehingga menyebabkan Penggugat minta cerai dan tidak mau rukun lagi dengan Tergugat; -
Menimbang, bahwa Majelis telah mendengar keterangan saksi yang berasal dari keluarga Penggugat yang menyatakan bahwa saksi tersebut sudah tidak sanggup mendamaikan Penggugat dan Tergugat; --------
Menimbang, bahwa selama persidangan berlangsung, Penggugat tetap menunjukkan sikap dan tekadnya untuk bercerai dengan Tergugat; -----------------------------
Menimbang, bahwa berdasarkan pada pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas Majelis berkesimpulan bahwa ikatan perkawinan Penggugat dan Tergugat telah pecah dan tidak ada harapan akan rukun lagi dalam rumah tangga; -----------------------------------------------
Menimbang, bahwa dari pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas maka Majelis berpendapat bahwa alasan perceraian antara Penggugat dan Tergugat telah sesuai dan memenuhi maksud pasal 19 f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo pasal 116 f Kompilasi Hukum Islam, oleh karena itu dengan memperhatikan pasal 39 ayat (2) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Majelis Hakim dapat mengabulkan gugatan Penggugat; ------------------
Menimbang, bahwa sesuai dengan maksud pasal 119 Kompilasi Hukum Islam, maka perceraian antara Penggugat dan Tergugat adalah Talak Satu Bain Sughra; -----------
Menimbang, bahwa berdasarkan pasal 89 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1989, maka biaya yang timbul akibat adanya perkara ini dibebankan kepada Penggugat; --------------------------------
Mengingat segala peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Hukum Syara' yang berkaitan dengan perkara ini; ------------------------------------------------

M E N G A D I L I
1.   Mengabulkan gugatan Penggugat; --------------------
2.   Menjatuhkan talak satu ba’in sughro Tergugat (...........) kepada Penggugat (.............); ---
3.   Membebankan kepada Penggugat untuk membayar seluruh biaya perkara ini sebesar Rp ..............,- (..............); -------------------------------
Demikian putusan ini diambil dalam rapat musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Agama Yogyakarta pada hari Selasa tanggal ......................... M bertepatan dengan tanggal ...........................H oleh kami ............... sebagai Hakim Ketua Majelis, ................ dan Drs. ................ masing-masing sebagai Hakim Anggota, dan pada hari ini juga putusan tersebut diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk umum oleh Ketua Majelis tersebut dengan dihadiri oleh Hakim-Hakim Anggota serta ............ sebagai Panitera Pengganti dan dihadiri pula oleh Penggugat dengan tidak dihadiri Tergugat; ---

                  
Ketua  Majelis

ttd

...........
Hakim Anggota I
Hakim Anggota II
ttd
ttd
................
...............

Panitera Pengganti

ttd

....................



 

KUITANSI
SURAT KUASA UNTUK MEMBAYAR ( SKUM )
------------------------------------------

Nomor: ……/Pdt.G/2012/PA.Yk


     Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama                        :
Alamat Kantor             
Sebagai kuasa hukum dari   :
Nama                       :     
Tempat kediaman di    : .... RT. - RW. - Kelurahan ... Kecamatan                    ..................         Kota Yogyakarta,
                            sebagai pihak "Pemohon";
Dalam mengajukan perkara Istbat Nikah di Pengadilan Agama Yogyakarta,Berlawanan dengan :
Nama                       :
Tempat kediaman di       : ... RT. - RW. - Kelurahan ... Kecamatan ... Kota Yogyakarta,
sebagai pihak "Termohon";
telah membayar Panjar Biaya Perkara ( PBP ) sebesar Rp. 0,- ( rupiah) pada Bank Pembangunan Daerah Cabang  Yogyakarta pada Rekening Giro No.008 atas nama : Kepaniteraan Pengadilan Agama Yogyakarta.

TELAH DICATAT DALAM DAFTAR PERKARA NOMOR : …………/Pdt.G/2012/PA.Yk
TANGGAL :





        MENGETAHUI KASIR 


       Nama)
       NIP. 150277315



 
Untuk itu kami memberi kuasa kepada Panitera Pengadilan Agama Yogyakarta membayar segala pengeluaran yang diwajibkan atas perkara tersebut.

                                      Yogyakarta,.......


                                     Yang memberi kuasa ,
                                                                                                                                                 
Pembayaran ini dianggap sah apabila ada cap lunas dan tanda tangan dari kasir.
CATATAN :
---------
        Lembar I untuk Pemohon/Penggugat
        Lembar II untuk Kasir
        Lembar III untuk dilampirkan dalam berkas






Penunjukan Majelis Hakim
Pasal 17 ayat (2) UU Nomor 4 Tahun 2004

P E N E T A P A N
Nomor :  ..../Pdt.G/2012/PA.Yk
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM

Ketua Pengadilan Agama Yogyakarta telah membaca surat Gugatan tertanggal ......................... Nomor : .........................../Pdt.G/2012/PA.Yk;
Menimbang, bahwa untuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut perlu ditunjuk Majelis Hakim yang susunannya tersebut di bawah ini;
Menimbang, oleh karenanya diperintahkan kepada Ketua Majelis Hakim yang ditunjuk untuk menetapkan hari sidangnya;
Memperhatikan, Pasal 17 ayat (2) Undang-undang Nomor 4 tahun 2004 tentang Kekuasaan Kehakiman jo pasal 93 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.
M E N E T A P K A N
Menunjuk :
1. Drs. .............. SH.MH    sebagai Ketua Majelis;
2. Drs. ............... SH      sebagai Hakim Anggota;
3. Dr. ................ M.Hum   sebagai Hakim Anggota;
Untuk memeriksa, mengadili dan memutus, serta menyelesaikan perkara tersebut di atas;
                     Ditetapkan di  : Yogyakarta
                     Pada tanggal    : ......,2012
                     Ketua Pengadilan Agama Yogyakarta,


                              ................
                          (Nama Ketua)




Penetapan Hari Sidang
(Pasal 121 HIR/145 Rbg)

PENETAPAN HARI SIDANG
Nomor : ………/Pdt.G/2012/PA.Yk
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM
Ketua Majelis Pengadilan Agama Yogyakarta telah membaca surat Gugatan tertanggal …………………………………………… Nomor : ………../Pdt.G/2012/PA.Yk dalam perkara antara:
…………………………, Umur ……………………….tahun, pekerjaan ………………………, tempat kediaman di Jalan ……… RT. ……… RW. ……… No. ………… Kelurahan …………………… Kecamatan …………………… Kota Yogyakarta, sebagai "Pemohon";
m e l a w a n
……………………………, Umur …………………… tahun, pekerjaan ………………………, tempat kediaman di Jalan ……… RT. ……… RW. ……… No. …………… Kelurahan ………………… Kecamatan ……………………… Kota Yogyakarta, sebagai "Termohon";
Membaca surat Penetapan Ketua Pengadilan Agama Yogyakarta tanggal………… Nomor: ………………/Pdt.G/2012/PA.Yk tentang Penunjukan Majelis Hakim;
Menimbang, bahwa hari sidang dalam perkara tersebut harus ditetapkan;
 Memperhatikan, pasal 121 HIR/145 Rbg serta ketentuan - ketentuan hukum lain yang bersangkutan;

MENETAPKAN
Menentukan, bahwa pemeriksaan perkara tersebut akan dilangsungkan pada hari ....... tanggal ...... pukul 09.00 WIB;
Memerintahkan Jurusita/Jurusita Pengganti untuk memanggil kedua belah pihak yang berperkara supaya datang menghadap di muka sidang Pengadilan Agama Yogyakarta pada hari dan tanggal serta jam yang telah ditetapkan tersebut di atas;
Memerintahkan pula pada saat melakukan pemanggilan kepada Tergugat supaya dilaksanakan menurut ketentuan Pasal 26 Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975;
Memerintakan pula agar kepada pihak Tergugat diserahkan sehelai salinan surat Gugatan dengan pemberitahuan jika dikehendaki dapat dijawab olehnya atau kuasanya yang sah secara tertulis serta diajukan pada waktu sidang tersebut di atas;
Menentukan,  bahwa  tenggang  waktu  antara  hari memanggil  kedua belah pihak yang berperkara dengan hari sidang paling sedikit harus ada tiga hari;



                           Ditetapkan di : Yogyakarta
                           Pada tanggal: ..............
                           Ketua Majelis Hakim,

                                                                     ............................





Surat panggilan pihak-pihak                   A.II.1.a
yang berperkara (Psl. 121 HIR/145 Rbg)

SURAT PANGGILAN (RELAAS)
Nomor : ..../Pdt.G/..../PA.Yk

Pada hari ini, tanggal....,....2012 Saya , Jurusita Pengganti pada Pengadilan Agama Yogyakarta atas perintah Ketua Majelis Hakim Pengadilan Agama Yogyakarta dalam perkara perdata:
TELAH MEMANGGIL
 Nama               :   ..... Bin .....
 Umur               :   __ tahun, agama ________
 Pekerjaan          : Pengusaha
 Tempat kediaman di :   .............................    ........................................... Kota Yogyakarta
                        sebagai  Pemohon;

Supaya datang menghadap dimuka sidang Pengadilan Agama Yogyakarta Jalan Ipda Tut Harsono No.53 Timoho Yogyakarta pada hari .... tanggal ...., .... 2012 pukul 09.00 WIB untuk pemeriksaan perkara perdata antara:
    
..... Binti ..... sebagai Pemohon
Lawan
....... Bin  ..... sebagai Termohon
         
Panggilan ini saya laksanakan di tempat yang dipanggil dan di sana saya bertemu/tidak bertemu serta berbicara dengan
..........................................................................................................................................................................................................................
Kemudian kepadanya saya minta untuk membubuhkan tanda tanganya pada relas panggilan ini dan selanjutnya setelah relas ditandatangani saya serahkan sehelai relas panggilan ini kepadanya.
Demikian panggilan ini saya laksanakan dengan mengingat sumpah jabatan.



    Yang dipanggil                Yang memanggil
    Pemohon                       Jurusita



    .... Binti ....               ............, SH



  



                       
Penunjukan Panitera Sidang
(Pasal 96 dan 97 Undang-Undang No. 7 Tahun 1989
Jo. Pasal 4 ayat (1) KMA/055/SK/X/1996

PENUNJUKAN PANITERA PENGGANTI
Nomor : ..../Pdt.G/..../PA.Yk
Panitera Pengadilan Agama Yogyakarta telah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Agama Yogyakarta Nomor : ..../Pdt.G/..../PA.Yk tanggal .............. tentang Penunjukan Majelis Hakim;
Menimbang, bahwa untuk kelancaran tugas Majelis Hakim dalam memeriksa, mengadili dan memutus, serta menyelesaikan perkara tersebut harus dibantu oleh seorang yang ditugaskan melakukan pekerjaan Panitera;
Mengingat, Pasal 96 dan 97 Undang - undang Nomor 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama dan pasal 4 ayat (1) Keputusan Ketua Mahkamah Agung Nomor: KMA/055/SK/X/1996;
MENUNJUK
Saudara ………… sebagai Panitera Pengganti untuk :
Pertama  : Membantu  Majelis  Hakim  tersebut  dengan  menghadiri  dan  mencatat  jalannya  sidang  serta  membuat  Berita  Acara  tentang  semua  peristiwa  hukum  yang  terjadi  dalam  persidangan  perkara  Nomor : ..../Pdt.G/..../PA.Yk;
Kedua    : Melakukan semua perintah Ketua Majelis dalam rangka penyelesaian perkara tersebut;


                               Yogyakarta, ....,....2012
                               Panitera,
     ……………………
                               (Nama)





SURAT PERMOHONAN
PENDAFTARAN SEBAGAI KUASA INSIDENTIL
Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama               :  -----
Pekerjaan          :  -----
Tempat kediaman di :  ----- ----- ------ Yogyakarta
MOHON DIDAFTAR UNTUK
bertindak sebagai Kuasa Insidentil di muka sidang Pengadilan Agama Yogyakarta bagi seorang yang :
Nama               :  --------, SE
Pekerjaan          :  --------------
Tempat kediaman di :  ------------- Kota Yogyakarta, sebagai pihak "Penggugat";
Dalam perkara Cerai Gugat yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Yogyakarta pada tanggal ....,.... 2012 Nomor : ---/Pdt.G/..../PA.Yk berdasarkan surat kuasa insidentil tanggal ....,....2012.

                                 Yogyakarta,...., ....2012
                                 Pemohon,

                                 --------------
  



SURAT KUASA INSIDENTIL
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama               :  ------------
Umur               :  --- Tahun
Agama              :  Islam
Pendidikan         :  Strata I
Pekerjaan          :  ---------
Alamat             :  ------------- Kota Yogyakarta,
Selanjutnya disebut sebagai PEMBERI KUASA. Menerangkan dengan sebenarnya, memberikan KUASA INSIDENTIL, kepada :
Nama               :  -----
Umur               :  --- Tahun
Agama              :  Islam
Pendidikan         :  ----------
Pekerjaan          :  -----------------
Tempat kediaman di :  -------------  ----------- Yogyakarta
Selanjutnya disebut PENERIMA KUASA.
Penerima kuasa berhak membela hak hak pemberi kuasa, serta memperjuangkan kepentingan pemberi kuasa dalam perkara Nomor: --- / Pdt.G /.... / PA.YK. Antara ------------ melawan ------------.
Penerima Kuasa diberi wewenang oleh Pemberi Kuasa untuk menghadap dan berbicara didepan Pejabat Instansi Pemerintah maupun Swasta, membaca berkas perkara, membuat surat surat dan menandatangani surat surat tersebut, permohonan permohonan yang baik dan berguna bagi Pemberi Kuasa, menjawab dan membantah hal hal yang tidak benar, mengajukan bukti bukti dan saksi saksi. Pada pokoknya Penerima Kuasa ini diberi wewenang segala sesuatu yang baik dan berguna bagi Pemberi Kuasa sehubungan dengan perkara tersebut serta diperbolehkan menurut Hukum Acara
Demikian Surat Kuasa ini kami buat dengan sebenarnya tanpa paksaan dari pihak manapun.



Yogyakarta, ...., .... 2012
Penerima Kuasa,                 Pemberi Kuasa


                  -------------------                    --------------




SURAT PERNYATAAN PENCABUTAN PERKARA

Pada hari ini, Senin tanggal ...., .... 2012 Yang bertanda tangan di bawah ini
     
Nama      : .........................................
Alamat    : ......... ........ ......., Kota Yogyakarta
Sebagai   : Pemohon
     
Dengan ini menyatakan mencabut perkara Cerai Talak di Pengadilan Agama Yogyakarta Nomor ---/Pdt.G/..../PA.Yk. antara ------------- dengan ----------- karena telah rukun kembali.

Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya


     
                                       Yang Menyatakan,

                  -------------


FOTO-FOTO KEGIATAN  



Foto bersama ketua PA Yogyakarta, Hakim pembimbing dan Dosen pembimbing
Pada saat penutupan magang peradilan 2012

Pengarahan dari Bpk. Nur Ali Yaman, SHI masalah kepaniteraan


Pengarahan dari Bpk. Drs. Fakhrudin tentang kesekertariatan

Peserta akan ikut membantu di meja I, II dan III
Sebelumnya diberi arahan oleh Bpk. Nur Ali Yaman


Membantu mengecek berkas perkara di ruang asip

Membantu mengecek berkas perkara di ruang asip


Narsis bersama teman-teman kelompok I dan II

Foto Bersama Kelompok I 



0 Comment:

Poskan Komentar